ads

Slider[Style1]

Style2

Madura[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Surat Terbuka untuk Bupati Sumenep Busyro Karim

SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah warga yang memiliki akun Facebook dihebohkan dengan munculnya surat terbuka dari pemilik FB Ali Mufa Pluralisme. Akun tersebut mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hingga kini, surat terbuka yang menyebar di media sosial terutama Group FB Raas Kita, mendapatkan puluhan komentar, baik komentar tanggapan dan lain-lain. Bahkan, telah mendapatakn lebih dari 100 like dan 71 kali dibagikan.

Berikut surat terbuka secara untuk bupati Sumenep

“Surat Terbuka Untuk Bapak Bupati Sumenep, Bapak KH. Busyro Karim” 

Nama Saya Ali muhpa dari Kepulauan Raas. untuk bapak yg sedang menjalankan ibadah puasa bersama keluarga disana semuga diberi kesehatan selalu, amin.

Bapak... saya anak pulau yang berada di perantauan yang juga berkeinginan untuk menjalankan ibadah Puasa Serta Lebaran bersama keluarga, ingin menyampaikan harapan besar kepada bapak , sudilah kiranya bapak sedikit memikirkan kami anak pulau yg juga merupakan warga bapak...

bapak, bulan Ramadan adalah bulan dimana hampir semua anak Raas yg berada di perantauan akan pulang ke Pulau Raas Tercinta... 

Bapak, Ketahuilah pak Transportasi kami dapat dikatan sangatlah jauh Dari Kata LAYAK... bahkan sudah beberapa kali terjadi Hal yg tidak diinginkan...

Bapak masih ingat kan... Tragedi Tenggelamnya Kapal Jabal Nur 2014 ?
menoleh lebih jauh lagi, taukah bapak jatuhnya Saudara kami pada tahun 2012 yg sampai saat ini jazadnya masih belum ketemu.

dan juga tragedi pada tahun 2007 kapal Raas yg tenggelam dan menewaskan lebih 15 orang... 
bapak, masih kurang banyakkah korban yg harus jatuh, untuk mengetuk Hati Nurani bapak supaya berSimpati Kepada Kami Orang RaaS...

Harapan Kami Warga Pulau RaaS TOLONG... TOLONG... dan TOLONG... Selama bulan Ramadan dan Syawal JADWAL TRANSPORTASI KAMI DI TAMBAH bukan Malah di kurangi Seperti Saat sekarang ini...

Bapak, Bapak... Bapak tau kan Jadwal transportasi kami yg Hampir Layak di Hari-Hari sebelumnya Duakali (2x) dalam satu minggu... dan Sekarang terhitung mulai tanggal 06-Juni-2016 menjadi satukali (1x) seminggu, Ada Apa Ini pak...?

Bapak, ketahuilah 70% Masyarakat Raas mencari Nafkah dengan Merantau, Jumlah Yang akan Mudik kepulau Raas Lebih Dari LimaBelas Ribu (15.000) Orang, dan Transportasi (Ferry) yg ada Hanya mampu membawa 400 Orang penumpang dalam Satu minggu.
Ya Allah, Berilah Rahmat dan karuniamu Agar pemimpin Kami mendengar Harapan Kami.

Terimakasih
Salam Hormat Dari kami Anak pulau.

SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah warga yang memiliki akun Facebook dihebohkan dengan munculnya surat terbuka dari pemilik FB Ali Mufa Pl...

Liburan, Wisatawan 'Serbu' Air Terjun Basoka

Wisatawan mandi di Air Terjun Basoka
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Salah satu tempat wisata Air Terjun di Dusun Buddagan, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyedot perhatian semua kalangan sehinngga tidak heran jika tidak sedikit wisatawan datang menikmati wisata alam itu.

Wisata Air Terjun dikenal warga dengan sebutan ’Wisata Air Terjun Basoka’. Lokasinya sangat strategis. Hanya berkisar 17 kilo meter dari arah timur Kota Sumenep, menuju desa Basoka.

Bahkan, pengunjung yang tidak tahu lokasinya, cukup bertanya di Pasar Basoka, semua orang menunjukkannya.

Menariknya, wisata air terjun masih sangat alami. Air mengalir dari pegunungan yang terus menerus baik musim hujan maupun kemarau.

Pada posisi kolam atas, bisa dijadikan tempat mandi. Sedangkan pada bagian bawah, pun bisa dijadikan tempat mandi.

Makanya, para wisatawan ketika tiba di lokasi Wisata Air Terjun, dipastikan mandi sambil melompat pada air terjun dengan ketinggian sekitar 10 meter.

Selain itu, di sekitar lokasi, sudah terdapat Masjid yang bisa ditempati untuk shalat.

”Ini bisa menjadi tempat wisata alternatif yang sangat alami. Jauh dari kebisingan dan kondisi alam di sekitar lokasi sangat menyejukkan. Makanya, tidak heran jika selalu banyak didatangi wisatawan,” ujar Rojula, salah satu warga setempat.

Sumber : TimesIndonesia

Wisatawan mandi di Air Terjun Basoka SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Salah satu tempat wisata Air Terjun di Dusun Buddagan, Desa Basoka, Kecamata...

Aneh, Harga Daging Sapi Tembus Rp 120 Ribu di Pulau Sapi

Pulau Sapudi yang dikenal sebagai pulau sapi
SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Memasuki hari ke 4 bulan suci Ramadhan 1437 H, harga daging sapi di pasar tradisional Anom Baru Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum ada perubahan. Himbauan pemerintah soal patokan harga yang ditargetkan dibawah Rp 80 ribu per kilogram, tidak dihiraukan.

Padahal, Sumenep salah satu daerah dengan populasi sapi terbanyak di Indonesia. Namun, sayang harga daging sapi sangat mahal. Para pedagang daging sapi enggan menurunkan harga dari sekitar harga Rp 120 ribu yang di pasarkan sekarang, menjadi lebih murah sesuai dengan himbauan pemerintah itu. Sebab, jika menurunkan harga, akan rugi.

Salah satu pedagan daging sapi, Nurhasanah mengatakan, sulit bisa bisa mengikuti himbauan pemerintah. Alasannya, dia membeli sapi dipasar tidak murah, sehingga otomatis menjual dagingnya pun dengan harga mahal pula.

”Harga sapi di pasar memang mahal. Seandainya pemerintah ikut serta dalam menyuplai sapi yang akan dijual oleh para pedagang dengan harga yang murah. Maka, tidak menutup kemungkinan kami bisa mengikuti himbauan itu dengan menurunkan harga daging,” ujar Pedagang daging sapi di Pasar Anom, Kamis (9/6/2016).

Sebelumnya, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, mengetahui secara langsung keluhan para pedagang yang tidak brkendan untuk mengikuti himbauan penurunan harga daripemerintah. Sebab, para pedagang di Sumenep tidak mau rugi.

”Pak presiden kan tidak pernah datang kesini (pasar, red), makanya belum tahu harga daging sapi dipasar,” ujar Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim, menirukan ungkapan salah satu pedagang daging di Pasar Sumenep. (*)

Sumber : diolah dari beberapa sumber

Pulau Sapudi yang dikenal sebagai pulau sapi SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Memasuki hari ke 4 bulan suci Ramadhan 1437 H, harga daging sapi di ...

⬆
Top