ads

Slider[Style1]

Style2

Madura[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Bosan Menderita, Warga Kangean Kirim Surat Terbuka Buat Presiden

Pulau Kangean Sumenep
SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Setelah warga pulau Raas berkirim Surat Terbuka kepada Bupati Sumenep, kini giliran warga Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Moh. Hasan, mengrimkan surat terbuka buat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pria kelahiran Sumenep 21 Juni 1987 itu menyampaikan salam hormat kepada orang nomor satu di Indonesia. Dalam suratnya, Kepulauan Kangean, tertanggal 17 Juni 2016 berjudul “Segudang Derita Masyarakat Kepulauan di Kabupaten Sumenep” menggambarkan penderitaan warga kepulauan yang tidak kunjung menemukan solusi.


Inilah Isi Surat Terbuka Yang Ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Kepada Yth,
Presiden Republik Indonesia
Ir. Joko Widodo
Di
    Tempat

Salam hormat kami, Semoga bapak Presiden senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki bangsa ini, sehingga bangsa ini ada perubahan yang signifikan selama di pimpin oleh bapak. Amin.

Bapak Presiden yang kami muliakan, kenalkan kami yang menulis surat ini dari dari desa yang terisolir yang rakyatnya jauh dari kata sejahtera, tepatnya di Kepulauan Kangean yang masuk Kabuaten Sumenep. Kenapa kami berani berkata jauh dari kata “Sejahtera”? Karena kami tidak pernah merasakan layanan Listrik Dua Puluh Empat (24) Jam seperti di Sumenep daratan, dan ini berlangsung sampai saat ini. Bahkan yang paling parah saat bulan Ramadhan ini, lampu di daerah kami jarang normal, paling dalam satu hari kami hanya bisa menikmati 5 sampai 6 jam, itupun tiap desa bergantian. Sehingga kadang dalam tiga (3) sampai empat (4) hari kami gelap-gelapan dirumah karena Listrik padam. Ketika ditanya pada petugas, kami selalu diberi alasan bahwa mesinnya lagi rusak, jadi disuruh nunggu sampai ada perbaikan sampai waktu yang tidak ditentukan. Kalau hanya satu sampai dua belas bulan tentu kami akan sabar, yang ironis ini berlangsung mulai dulu, bahkan mulai bangsa ini merdeka dari penjajah. Hati kami dan saudara-saudara kami merasa sedih melihat fenomena ini, tapi kadang hati yang sedih itu bisa terobati ketika petugas PLN memberi harapan, seperti adanya sosialisai dan pasang spanduk di sepanjang jalan bahwa “LISTRIK DUA PULUH EMPAT JAM BAGI WARGA KEPULAUAN SUDAH DI DEPAN MATA”, walau itu hanya janji belaka, dan ketika spanduk pengumunan itu jatuh karena angin jalanan, hati kami sakit lagi.

Bapak Presiden yang kami muliakan, bahwa cita-cita besar bapak untuk mencerdaskan anak bangsa ini tidak terialisasi khususnya di Kepulauan Kangean, kami sebagai warganya mohon maaf, karena alasannya bahwa kami tidak bisa belajar pada malam hari, tidak bisa mengakses internet sehingga buta informasi, karena tidak ada internet.

Bapak Presiden yang kami muliakan, selain persoalan diatas juga ada banyak persoalan di daerah kami, seperti layanan kesehatan. Kepulauan Kangean tidak ada Rumah Sakit, yang ada hanya Puskesmas dan itupun pelayanannya tidak maksimal, karena katanya petugasnya selain keterbatasan Tim Medis, juga sarana-prasaranya minim. Sehingga ketika warga mau melahirkan yang butuh penanganan khusus harus dibawa kedarata dengan naik kapal yang memakan waktu sekitar dua belas (12) jam berada dilaut, sehingga kadang tidak sampai kedaratan Sumenep ibu dan anaknya sudah meninggal, dan ini biasa terjadi sampai kami lupa menghitungnya berapa yang sudah meninggal ditengah laut, lain lagi dengan kasus (penyakit) lain, lain lagi dengan kapal yan ditumpangi jauh dari kelayakan, kapalya rongsokan persis kapal pengangkut barang sehingga anatara manusia, hewan dan barang menyatu didalamnya. Sehingga kami sakit hati, tapi itu kadang sakit hati kami terobati bila ada pengumuman bahwa status Puskemas sudah berubah kepada Rumah Sakit tipe D, walau katanya tipe D itu paling jelek tapi lumayanlah. Eh sakit hati kami kambuh lagi ketika tulisan di Puskesmas yang berubah status itu sudah hilang, entah ada yang sengaja menghapus atau memang lagi-lagi kami dibohongi oleh pejabat setempat.

Bapak Presiden yang kami muliakan, bahwa di Kepulauan Kangean juga keadaan jalan juga hancur, sehingga orang jatuh dan tabrakan sudah biasa, sampai-sampai kami bosan mendengar ketika ada musibah dijalan, dan ketika warga menjerit lagi-lagi ada suara dari pejabat bahwa infrastruktur jalan mau diperbaiki bahkan katanya memakai hotmik, tapi itu bohong. Kami merasa dianak tirikan, saudara kami di daratan sana semua kebutuhan terpenuhi, tapi kami tidak. Sehingga kami sakit hati, tapi itu terobati sakit hati kami ketika di Kepulauan kami akan dibangun Bandara, katanya biar bepergian bisa cepat sampai, biar orang sakit tidak mati dilaut, tapi itu bohong lagi, sakit hati kami kambuh lagi.

Bapak Presiden yang kami muliakan, kalau persoalan di daerah kami harus ditulis semua dalam surat ini, kaaknya tidak memungkinkan. Karena daerah kami punya segudang persoalan, ibarat penyakit pada tubuh manusia sudah “Komplikasi” dan perlu pengobatan khusus, dan yang kami yakini bisa mengobatinya adalah Bapak Presiden, Kenapa? Karena Pemerintah setempat seakan tidak peduli dengan seruan warga Kepulauan. Semua jalan sudah kami lakukan, berkirim surat, audensi, demonstrasi bahkan yang terakhir ini kawan-kawan kami yang mengatasnamakan Panitia Persiapan Kabupaten Kepulauan Sumenep (PPK2S) mendeklarasikan diri untuk keluar dari Kabupaten Sumenep dan membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB), karena mereka menganggap Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sumenep dianggap sudah tidak punya komitmen lagi untuk mensejahterakan warga Kepulauan ini.

Bapak Presiden yang kami muliakan, entah kenapa sambil menulis surat ini air mata kami menetes, semakin kami lama menulis, air mata kami turun tambah deras, mungkin kami tidak mampu melihat penderitaan warga Kepulauan Sumenep. Oleh karenanya dengan hati yang penuh penuh harap, semoga surat terbuka ini sampai ke bapak, sehingga bapak Presiden bisa membaca isi surat kami ini dan meresponnya. Sekali lagi, sejahtera dan tidaknya warga kami di Kepulauan Sumenep hanya menunggu kebijakan dan keihklasan bapak Presiden. Oia bapak Presiden, kekayan alam daerah kami melimpah ruah, baik itu laut dan daratnya, seperti hutannya yang lebat sekarang sudah ditebangi oleh pihak terkait, katanya untuk kepentingan Negara sampai-sampai gunungnya jadi gundul. Perut Bumi daerah kami mempunyai ladang Minyak dan Gas (Migas) salah satu yang terbesar di Jawa Timur ini, dan itu sudah dieksploitasi mulai dulu sampai sekarang, dan hasil produksi Migas daerah kami disuplai ke pusat-pusat industri di Gresik, seperti Petro Kimia, PT Gas Negara (PGN). PT PLN Distribusi Jawa-Bali dan sebagainya, tapi timbal balik ke daerah kami kok tidak jelas.

Padahal amanat Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 Berbunyi, “Bumi, Air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”.

Demikian Surat ini kami buat, atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

Kepulauan Kangean, 17-06-2016
Hormat Kami

Moh. Hasan

Pulau Kangean Sumenep SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Setelah warga pulau Raas berkirim Surat Terbuka kepada Bupati Sumenep, kini giliran warga ...

Keluhkan Transportasi Laut, Warga Raas Ngluruk PT DLU

Pemuda Raas seusai aundesi di kantor PT DLU Kalianget. (foto : istimewa)
SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah pemuda yang tergabung Forum Pemuda Raas (FPR) Pulau Raas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar audensi ke PT Dharma Laut Utama (DLU) Kecamatan Kalianget, Sumenep.

Informasi yang diterima wartawan, Jumat (17/06/16), kedatangan FPR ke PT DLU karena kapal yang tersedia hanya 1 trayek. Padahal, arus mudik dari Jangkar-Raas membludak. Sebab, warga Raas yang melakukan mudik mencapai belasan ribu.

”Ketika kami beraudensi, pihak DLU beralasan bahwa kapal yang satunya dalam perbaikan/pengedokan. Sehingga, sementara untuk mengatasi arus mudik yang membludak, pihak DLU tidak punya solusi kecuali menunggu selesainya kapal yang di dok,” ujar Koordinator FPR, Suryadi Syah.

Atas dasar itu, pihaknya mengaku sangat menyayangkan terhadap pengedokan kapal tersebut. Sebab, persoalan ini bukan hanya satu kali terjadi. Tetapi, setiap tahun dan bertepatan dengan bulan Ramadhan.

”Kami dari FPR menyanyangkan pengedokan kapal yang selalu bertepatan pada bulan rmadhan/arus mudik. Berarti, pihak DLU tidak peka terhadap kondisi yang memang sudah sering terjadi setiap tahun,” tandasnya.

Dia menjelaskan, untuk penambahan trayek baru, pihak DLU tidak bisa, selain karena tidak ada kapal, juga perizinan yang lama sampai ke pusat.

”Kami dari FPR berharap agar pengedokan pada tahun depan tidak dilakukan ketika bulan Ramadhan. Tetapi, mestinya dilakukan sebelum Ramadhan/arus mudik. Agar masyarakat terutama warga pulau Raas tidak selalu menjadi korban,” pungkasnya. (*)

Pemuda Raas seusai aundesi di kantor PT DLU Kalianget. (foto : istimewa) SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah pemuda yang tergabung Forum Pem...

Wasit Ambruk Akibat Asap Flare Suporter Tuan Rumah

AntaraFoto
BANGKALAN (BeritaFajar.Co) - Insiden terjadi di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kala tuan rumah Madura United (MU) menjamu Persiba Balikpapan di pekan 6 Torabika Soccer Championship (TSC), Senin (13/6/2016). Akibat pekatnya asap flare dari suporter tuan rumah, wasit Oki Dwi Putra ambruk akibat sesak napas.

Pada laga tersebut, seluruh isi stadion memang didominasi oleh suporter tuan rumah. Sekitar 3.000 suporter yang memadati Gelora Bangkalan, banyak menyalakan flare, yang sebenarnya dilarang oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator TSC.

Pertandingan bahkan sempat dihentikan sekitar 10 menit di awal babak kedua, lantaran asap flare kian menyesaki stadion. Laga kembali terhenti pada menit 56, setelah wasit Oki Dwi Putra tersungkur akibat sesak napas lantaran asap pekat. Oki kemudian sempat diberikan perawatan di pinggir lapangan sebelum akhirnya digantikan oleh Marjoko.

Dirut PT GTS, Joko Driyono, bicara soal insiden yang terjadi dalam laga tersebut. Menurut pandangan Joko, kejadian dalam laga MU kontra Persiba adalah yang paling ekstrem sepanjang gelaran TSC.

Joko juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan investigasi via Komisi Disiplin TSC. Akibat insiden ini, bukan tak mungkin MU akan terkena sanksi disiplin.

"Kalau kita lihat dari beberapa pertandingan yang juga ada insiden, ini yang paling ekstrem. Ada dua hal sebenarnya yang harus diselidiki, yang pertama soal situasi yang terjadi di lapangan, dan soal kondisi kesehatan wasit itu sendiri," kata Joko saat dihubungi VIVA.co.id lewat sambungan telepon.

"Soal sanksi ya jelas akan ditujukan kepada klubnya. Tapi, kita lihat dulu, biarkan Komisi Disiplin menyelidiki dulu dan nanti kita bisa lihat hasilnya," ujarnya.

Pertandingan berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan MU. Gol-gol tuan rumah dicetak lewat hattrick Rodrigues Aracil Pablo, di menit 31, 60, dan 80. Gol balasan Persiba dicetak Shohei Matsunaga di menit 90.

Sumber : Viva,co.id

AntaraFoto BANGKALAN (BeritaFajar.Co) - Insiden terjadi di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kala tuan rumah Madura United (MU)...

Kadinkes Sumenep Janji Tindak Tegas Dugaan Malapraktek

Kadinkes Sumenep, dr Fatoni (Foto Ahmadi / BeritaFajar)
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dr. Fatoni, berjanji akan memberikan tindakan sesuai dengan peraturan terhadap petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes), jika terbukti melanggar kode etik kedokteran.

Pernyataan itu muncul, menyusul munculnya informasi dan laporan dari masyarakat beberapa waktu lalu bahwa mendapatkan laporan terkait dugaan malapraktek yang diduga dilakukan oleh bawahannya di salah satu kepulauan Sumenep, Pulau Gili Rajeh.

”Saat ini, kami masih dalam tahap mendalami informasinya, oleh karenanya petugas medis yang bersangkutan kita panggil untuk memberikan keterangan medis," terang Kepala Dinkes Sumenep, dr. Fatoni kepada BeritaFajar.Co, Jumat (17/6/2016).

dr Fatoni menjelaskan, Pekerjaan sebagai petugas kesehatan itu, sangat erat hubungannya dengan nyawa seseorang, sekecil apapun kesalahan dalam mengerjakan tugas maka bisa saja nyawa akan melayang. Oleh karenanya, pihaknya selalu menghimbau kepada seluruh bawahannya untuk dapat bekerja secara profesional.

"Sampai saat ini, kami masih yakin jika tindakan medis yang diberikan oleh bidan FR sudah prosedural. Kita akan cocokkan dulu data tindakan medis yang dilakukan dengan laporan pihak keluaga yang disampaikan,” janjinya.

Dia menjelaskan, akan melakukan pemanggilan tahap kedua nantinya jika ditemukan ada pelanggaran dalam tindakan medis yang dilakukan bawahannya itu. Jika nanti benar-benar ditemukan terdapat pelanggaran, tentu akan diberikan tindakan tegas.

"Kalau memang bener dia (Bidan FR, Red) yang melakukan kesalahan medis terhadap pasien, maka kami akan tindak tegas, bisa-bisa dicabut izin prakteknya atau tindakan lain sesuai prosedur yang berlaku," pungkasnya saat ditemui diruang kerjanya. (*)

Pewarta : Ahmadi

Kadinkes Sumenep, dr Fatoni (Foto Ahmadi / BeritaFajar) SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Tim...

Cuaca Ekstrim, Pemudik Diminta Waspada

Perahu di Pesisir Pantai Sumenep
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah meminta semua operator kapal dan perusahaan penyebrangan mewaspadai cuaca ekstrim selama mudik lebaran mendatang. Sebab trayek kesejumlah kepulauan di Sumenep cukup jauh bahkan ada yang membutuhkan jarak tempuh hingga 12 jam perjalanan laut.

”Kita sudah himbau dan keluarkan surat edaran tentang pentingnya keselamatan pelayaran,” terang Kadis Perhubungan Sumenep, Moh Fadilah, Kamis (16/06/2016).

Dalam surat edaran tersebut ada beberapa hal penting yang perlu cek operator kapal demi keselamatan pemudik, diantaranya mengecek perlengkapan termasuk fungsi kapal, kemudian memperhatikan muatan agar tidak melebihi batas yang disyaratkan.

“Untuk arus mudik mendatang operator kapal juga diminta memperhatian cuaca, karena belakangan ini ada kecendrungan cuaca ekstrim, Bahkan jika memang tidak memungkinkan untuk berangkat, maka dipermaklumkan untuk menggeser jadwal keberangkatan kapal,” tegasnya, seperti dilansir dari RRI Sumenep.

Selain itu Fadilah juga meminta  kesehatan dan kecakapan Nahkoda menjadi atensi perusahaan dengan menggunakan identitas yang ada, hal itu untuk membedakan antara ABK dengan menumpang umum sekaligus  penumpang bisa meminta penjelasan jika ada pelayanan yang kurang nyaman selama  perjalanan.

Dari data BMKG tanggal 16 juni 2016 perkiraan wilayah pelayaran perairan Masalembu Sumenep kecepatan angin 2-25 knots, dengan ketinggian gelombang 1,3-2,5 m,  sedangkan untuk peraiaran Kepulauan Kangean Sumenep kecepatan angin 2-25 knots dengan ketinggian gelombang 0,8-2,5 m. Sedangkan untuk selat madura kecepatan angin 2-20 knots, dengan tinggi gelombang diperkirakan 0,3-1,3 m. (*)

Perahu di Pesisir Pantai Sumenep SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah meminta semua operator kapal dan ...

Surat Terbuka untuk Bupati Sumenep Busyro Karim

SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah warga yang memiliki akun Facebook dihebohkan dengan munculnya surat terbuka dari pemilik FB Ali Mufa Pluralisme. Akun tersebut mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hingga kini, surat terbuka yang menyebar di media sosial terutama Group FB Raas Kita, mendapatkan puluhan komentar, baik komentar tanggapan dan lain-lain. Bahkan, telah mendapatakn lebih dari 100 like dan 71 kali dibagikan.

Berikut surat terbuka secara untuk bupati Sumenep

“Surat Terbuka Untuk Bapak Bupati Sumenep, Bapak KH. Busyro Karim” 

Nama Saya Ali muhpa dari Kepulauan Raas. untuk bapak yg sedang menjalankan ibadah puasa bersama keluarga disana semuga diberi kesehatan selalu, amin.

Bapak... saya anak pulau yang berada di perantauan yang juga berkeinginan untuk menjalankan ibadah Puasa Serta Lebaran bersama keluarga, ingin menyampaikan harapan besar kepada bapak , sudilah kiranya bapak sedikit memikirkan kami anak pulau yg juga merupakan warga bapak...

bapak, bulan Ramadan adalah bulan dimana hampir semua anak Raas yg berada di perantauan akan pulang ke Pulau Raas Tercinta... 

Bapak, Ketahuilah pak Transportasi kami dapat dikatan sangatlah jauh Dari Kata LAYAK... bahkan sudah beberapa kali terjadi Hal yg tidak diinginkan...

Bapak masih ingat kan... Tragedi Tenggelamnya Kapal Jabal Nur 2014 ?
menoleh lebih jauh lagi, taukah bapak jatuhnya Saudara kami pada tahun 2012 yg sampai saat ini jazadnya masih belum ketemu.

dan juga tragedi pada tahun 2007 kapal Raas yg tenggelam dan menewaskan lebih 15 orang... 
bapak, masih kurang banyakkah korban yg harus jatuh, untuk mengetuk Hati Nurani bapak supaya berSimpati Kepada Kami Orang RaaS...

Harapan Kami Warga Pulau RaaS TOLONG... TOLONG... dan TOLONG... Selama bulan Ramadan dan Syawal JADWAL TRANSPORTASI KAMI DI TAMBAH bukan Malah di kurangi Seperti Saat sekarang ini...

Bapak, Bapak... Bapak tau kan Jadwal transportasi kami yg Hampir Layak di Hari-Hari sebelumnya Duakali (2x) dalam satu minggu... dan Sekarang terhitung mulai tanggal 06-Juni-2016 menjadi satukali (1x) seminggu, Ada Apa Ini pak...?

Bapak, ketahuilah 70% Masyarakat Raas mencari Nafkah dengan Merantau, Jumlah Yang akan Mudik kepulau Raas Lebih Dari LimaBelas Ribu (15.000) Orang, dan Transportasi (Ferry) yg ada Hanya mampu membawa 400 Orang penumpang dalam Satu minggu.
Ya Allah, Berilah Rahmat dan karuniamu Agar pemimpin Kami mendengar Harapan Kami.

Terimakasih
Salam Hormat Dari kami Anak pulau.

SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah warga yang memiliki akun Facebook dihebohkan dengan munculnya surat terbuka dari pemilik FB Ali Mufa Pl...

Wow... Harga LPG di Kepulauan Sumenep Tembus Rp 50 Ribu

SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada bulan Ramadhan 1437 H, diikuti dengan kenaikan harga elpiji ukuran 3 kilogram, terutama di wilayah kepulauan Sumenep.

Informasi dari warga di di Pulau/Kecamatan Masalembu, harga elpiji 3 kg ditingkat pedagang tembus dikisaran harga Rp 35 ribu. Sehingga, di pengecer dikisaran harga Rp 40 ribu hingga 50 ribu. Harga tersebut tentu jauh berbeda dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), Rp 25 ribu.

Salah satu warga setempat, Jupri mengatakan, harga elpiji 3 kg di pengecer sudah Rp 40 ribu. Harga itu, sangat mencekik terhadap warga. Apalagi, harga tersebut jauh dari ketentuan HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

”Kami berharap kepada pemerintah daerah segera diatasi. Kalau dibiarkan, ketika menjeleng lebaran harga elpiji 3 kg ini bisa mencapai Rp70 ribu. Itu bisa saja terjadi karena stok menipis,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Suhermanto mengatakan, HET elpiji 3 kg bagi Kecamatan/Pulau Masalembu memang berbeda dengan wilayah daratan karena disesuai dengan ongkos transportasi ke wilayah itu.

”Jika sampai Rp 35 ribu pada pedagang, berarti tidak mengindahkan ketentuan HET. Kita akan coba kroscek informasi tersebut. Soal ketersediaan, ama karena Pertamina sudah menyetujui penambahan kuota elpigi 3kg hingga 38 persen,” pungkasnya. (*)

Sumber : sumeneptimes.com

SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada bulan...

Cuaca Ekstrim, BMKG Sumenep Warning Nelayan Berhati-Hati

Perahu bersandar di pesisir pantai Sumenep. (Foto : BeritaFajar.Co)
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Ratusan perahu nelayan di pesisir pantai utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mengungsi ke dermaga lain. Mereka mengungsikan perahunya ke dermaga lain karena  untuk menghindari kerasnya hantaman ombak di pesisir pantai.

Salah satunya yang menjadi tempat sandar perahu, adalah ke Dermaga Bintaro, di Kecamatan Dungkek, Sumenep. Ratusan perahu nelayan itu, diungsikan sementara di dermaga ini hingga menunggu cuaca membaik.

Salah satu warga setempat, Mulyadi, mengatakan, kondisi cuaca buruk sudah berlangsung beberapa hari lalu. Sehingga, para nelayan menyandarkan perahunya di dermaga karena sudah tidak bisa melaut.

”Kalau sudah cuaca seperti sekarang, tidak ada kerjaan. Mau kerja gimana, wong ketika mencari ikan juga sulit mendapatkannya. Bahkan, kalau maksa cari ikan, tentu sangat membahayakan keselamatan kita,” terangnya, Selasa (15/6/2016).

Sementara, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Amat Subekti mengatakan, diharapkan kepada masyarakat terutama nelayan untuk lebih berhati-hati karena cuaca buruk.

”Kalau di nelayan misalkan ke Kangean atau cari ikan di sana hati-hati karena gelombangnya masih besar. Kemungkinan ini akan berlangsung hingga 17 juni 2016,” terangnya. (*)

Sumber : Sumeneptimes.com

Perahu bersandar di pesisir pantai Sumenep. (Foto : BeritaFajar.Co) SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Ratusan perahu nelayan di pesisir pantai uta...

⬆
Top