ads

Slider[Style1]

Style2

Madura[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Teladan, Inilah Lima Petugas Kebersihan Jujur

 

BeritaFajar.Co – Barangkali sudah menjadi mafhum bahwa belakangan ini, susah mencari orang jujur di negeri ini. Anggapan itu mungkin terasa benar jika melihat praktek kecurangan yang dilakukan oknum tertentu di berbagai tempat.

Namun sepertinya anggapan itu tak berlaku bagi lima sosok sederhana di bawah ini. Menemukan uang ratusan juta di tempat umum, kelima orang ini lebih memilih mengembalikan dari menggunakannya untuk kebutuhan pribadi.

Berikut Lima petugas kebersihan yang berhati mulia itu, seperti dihimpu ndari banyak sumber


1. Office boy Bank Syariah Mandiri, Bekasi Temukan Uang Rp 100 juta.

Agus Chaerudin (35), seorang office boy di Bank Syariah Mandiri, Bekasi, menemukan uang Rp 100 juta di balik tempat sampah kantornya. Peristiwa ini terjadi pada Bulan Ramadan 4 Agustus 2012 silam. Saat itu kantor sudah sepi. Seperti biasa Agus membereskan kantor sebelum pulang.

Bila melihat di balik tempat sampah dia menemukan uang pecahan Rp 100 ribu dalam 10 ikatan. Agus tak berani menyentuh uang itu, dia lalu memanggil penjaga. Satpam kemudian melaporkan kepada staff bank.

Uang dihitung dan ada Rp 100 juta. Ternyata uang itu bukan milik pelanggan, tetapi milik bank. Uang itu putus karena ketidak hati-hatian seorang kasir. Karena kejujurannya, Agus diberi hadiah Rp 1,75 juta dan piagam penghargaan.

2. Petugas Kebersihan di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Temukan Rp 100 juta di dalam toilet.

Sikap jujur juga ditunjukkan oleh seorang petugas kebersihan di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Petugas bernama Mohd itu menemukan uang Rp 100 juta di dalam sebuah toilet.

Ia pun lantas memilih mengembalikan uang yang ditemuinya secara tak sengaja itu. Atas kejujurannya, manajemen memberikan penghargaan kepada Chin dengan mengajaknya makan malam bersama para petinggi manajemen.

“Malam ini kita mengajak makan malam Bapak Mulyadi sebagai penghargaan atas kejujurannya. Kita sangat senang dan berharap dapat mencontoh sikap terpujinya. Makan malam juga diikuti oleh CFO, CFO, GM Operation, Senior Manager Learning Center, Sr Manager Operation , dan Sr Head of Service Kota Kasablanka, “seperti dikutip dari akun media sosial Adi Permadi, yang merupakan President Director PT. Sinar Jernih Sdn sebagian waktu lalu.

3. Petugas Kebersihan Paragon Hotel & Residences, Solo. Cari tas berisi Rp 190 juta.

Seorang petugas kebersihan di Paragon Hotel & Residence, Solo, mendapatkan penghargaan Golden Reward dari pihak manajemen. Penghargaan ini merupakan penghargaan terhadap kejujuran Wanto (25), yang mengembalikan tas berisi uang tunai ratusan juta milik seorang pengunjung yang tertinggal.

Kejadian bermula ketika Wanto melaksanakan tugasnya dengan membersihkan lantai resto seperti biasa. Dia melihat sebuah tas tergeletak di atas meja. Kira-kira setengah jam tak ada orang yang mengambil tas itu. Wanto pun mengambil tas tersebut untuk mengamankannya.

Ternyata, tas berwarna hitam itu berisi satu handphone dan setumpuk uang senilai RM 190 juta. Wanto lalu menyerahkan tas tersebut kepada petugas keamanan.

Namun tak lama kemudian, ada pria yang sudah agak tua masuk ke dalam restoran. Pria itu mengaku sebagai pemilik tas tersebut. Sesuai prosedur, Wanto menanyakan isi tas tersebut. Ternyata jawaban pelanggan itu tepat. Wanto pun menyerahkan tas hitam itu kepada pemiliknya.

Pihak manajemen lantas memberikan apresiasi atas kejujuran Wanto. Perusahaan multinasional tersebut menganugerahkan Golden Heart Award pada Februari 2016 kemarin. Wanto dianggap memiliki kejujuran dan integritas tinggi dalam bekerja.

4. Seorang Karyawan Walmart Temukan Rp 200 juta dalam Amplop.

Seorang karyawan Walmart di Washington, Amerika Serikat, bernama Bismark Mensah menemukan uang berjumlah besar saat ia sedang bekerja.

Kejadian bermula ketika ia sedang mengumpulkan troli di tempat parkir. Namun saat itu ia menemukan sebuah amplop yang berisi uang lebih dari Rp 200 juta. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengejar mobil customer yang meninggalkannya dan mengembalikan uang yang jatuh tasnya.

Uang tersebut ternyata milik seorang sepasang kekasih, Leona Wisdom dan Gary Elton yang baru saja mendapatkan bayaran dari penjualan rumahnya. Mensah menolak semua bentuk hadiah sebagai aksinya ini, bahkan ia juga menolak untuk diajak makan bersama. Karena aksinya ini, Mensah diberikan penghargaan “Integritas dalam Aksi”.

5. Petugas Kebersihan Bioskop Temukan Rp 240 juta Milik Penonton.

Christopher Montgomery merupakan petugas kebersihan di sebuah bioskop. Saat sedang membersihkan kursi-kursi penonton ia menemukan sebuah dompet yang berisi lebih dari Rp 240 juta. Dari menyimpannya, ia langsung memberikan dompet tersebut kepada pengurusnya, yang memastikan bahwa dompet tersebut kembali kepada pemilik asli.

diketahui uang tersebut dimiliki oleh seorang pemilik bisnis kecil yang pada saat menonton tidak menyadari bahwa dompetnya jatuh ke lantai. Ia mengatakan bahwa uang itu adalah uang yang mau ia setorkan ke bank. Meskipun Montgomery ditawarkan uang hadiah, ia menolaknya.

sumber :ektawa.com

  BeritaFajar.Co – Barangkali sudah menjadi mafhum bahwa belakangan ini, susah mencari orang jujur di negeri ini. Anggapan itu mungkin tera...

Keluhkan Transportasi Laut, Warga Raas Ngluruk PT DLU

Pemuda Raas seusai aundesi di kantor PT DLU Kalianget. (foto : istimewa)
SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah pemuda yang tergabung Forum Pemuda Raas (FPR) Pulau Raas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar audensi ke PT Dharma Laut Utama (DLU) Kecamatan Kalianget, Sumenep.

Informasi yang diterima wartawan, Jumat (17/06/16), kedatangan FPR ke PT DLU karena kapal yang tersedia hanya 1 trayek. Padahal, arus mudik dari Jangkar-Raas membludak. Sebab, warga Raas yang melakukan mudik mencapai belasan ribu.

”Ketika kami beraudensi, pihak DLU beralasan bahwa kapal yang satunya dalam perbaikan/pengedokan. Sehingga, sementara untuk mengatasi arus mudik yang membludak, pihak DLU tidak punya solusi kecuali menunggu selesainya kapal yang di dok,” ujar Koordinator FPR, Suryadi Syah.

Atas dasar itu, pihaknya mengaku sangat menyayangkan terhadap pengedokan kapal tersebut. Sebab, persoalan ini bukan hanya satu kali terjadi. Tetapi, setiap tahun dan bertepatan dengan bulan Ramadhan.

”Kami dari FPR menyanyangkan pengedokan kapal yang selalu bertepatan pada bulan rmadhan/arus mudik. Berarti, pihak DLU tidak peka terhadap kondisi yang memang sudah sering terjadi setiap tahun,” tandasnya.

Dia menjelaskan, untuk penambahan trayek baru, pihak DLU tidak bisa, selain karena tidak ada kapal, juga perizinan yang lama sampai ke pusat.

”Kami dari FPR berharap agar pengedokan pada tahun depan tidak dilakukan ketika bulan Ramadhan. Tetapi, mestinya dilakukan sebelum Ramadhan/arus mudik. Agar masyarakat terutama warga pulau Raas tidak selalu menjadi korban,” pungkasnya. (*)

Pemuda Raas seusai aundesi di kantor PT DLU Kalianget. (foto : istimewa) SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah pemuda yang tergabung Forum Pem...

Cuaca Ekstrim, Pemudik Diminta Waspada

Perahu di Pesisir Pantai Sumenep
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah meminta semua operator kapal dan perusahaan penyebrangan mewaspadai cuaca ekstrim selama mudik lebaran mendatang. Sebab trayek kesejumlah kepulauan di Sumenep cukup jauh bahkan ada yang membutuhkan jarak tempuh hingga 12 jam perjalanan laut.

”Kita sudah himbau dan keluarkan surat edaran tentang pentingnya keselamatan pelayaran,” terang Kadis Perhubungan Sumenep, Moh Fadilah, Kamis (16/06/2016).

Dalam surat edaran tersebut ada beberapa hal penting yang perlu cek operator kapal demi keselamatan pemudik, diantaranya mengecek perlengkapan termasuk fungsi kapal, kemudian memperhatikan muatan agar tidak melebihi batas yang disyaratkan.

“Untuk arus mudik mendatang operator kapal juga diminta memperhatian cuaca, karena belakangan ini ada kecendrungan cuaca ekstrim, Bahkan jika memang tidak memungkinkan untuk berangkat, maka dipermaklumkan untuk menggeser jadwal keberangkatan kapal,” tegasnya, seperti dilansir dari RRI Sumenep.

Selain itu Fadilah juga meminta  kesehatan dan kecakapan Nahkoda menjadi atensi perusahaan dengan menggunakan identitas yang ada, hal itu untuk membedakan antara ABK dengan menumpang umum sekaligus  penumpang bisa meminta penjelasan jika ada pelayanan yang kurang nyaman selama  perjalanan.

Dari data BMKG tanggal 16 juni 2016 perkiraan wilayah pelayaran perairan Masalembu Sumenep kecepatan angin 2-25 knots, dengan ketinggian gelombang 1,3-2,5 m,  sedangkan untuk peraiaran Kepulauan Kangean Sumenep kecepatan angin 2-25 knots dengan ketinggian gelombang 0,8-2,5 m. Sedangkan untuk selat madura kecepatan angin 2-20 knots, dengan tinggi gelombang diperkirakan 0,3-1,3 m. (*)

Perahu di Pesisir Pantai Sumenep SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah meminta semua operator kapal dan ...

Bawa Handak 2 Kg, Warga Sumenep Diamankan Petugas

Tersangka di Mapolres Sumenep. (Foto : KBRN)
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Satuan Petugas Operasi cara menangani mercon (camer) Semeru 2016 Polres Sumenep, mengamankan tersangka SK (35) karena diduga membawa dan menyimpan bahan peledak (mercon) di Jalan Raya Desa Tengeden Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep, Madura.

Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kasubag Humas AKP Hasanudin mengungkapkan, penangkapan itu berawal ketika Satgas Ops Camer Semeru 2016 melakukan penyelidikan terkait peredaran bahan peledak ke Kecamatan Batu Putih.

“Setelah itu anggota kami mendapat informasi dari masyarakat, bahwa SK yang merupakan warga Dusun Paolasang Desa Kolpo Kecamatan Batang – Batang sering menjual bubuk mesiu yang sering digunakan untuk membuat mercon,” terangnya, Kamis (16/6/2016).

Selanjutnya, lanjut AKP Hasanudin, Satgas mendatangi tersangka yang kebetulan melintas di jalan raya Desa Tangedan Kecamatan Batu Putih dan membawa plastik berwarna hitam. Setelah diperiksa isi dari plastik tersebut ternyata berisi serbuk mesiu.

“Dari tangan tersangka kami amankan bubuk berwaran abu – abu seberat 2,25 Kg yang diduga merupakan mesiu yang siap diedarkan untuk membuat mercon. Selanjutnya tersangka kami gelandang ke Mapolres Sumenep ,” papar Hasanudin, seperti dikutip dari KBRN.

Saat ini SK yang sehari – hari bekerja sebagai petani itu tengah diperiksa oleh penyidik Polres Sumenep guna proses penyidikan lebih lanjut. Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tandas mantan Kapolsek Manding itu, SK dijatuhi pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun.

“Target dari Satgas Ops Camer Semeru 2016 yakni miras, judi, premanisme dan bahan peledak,” pungkasnya. (*)

Tersangka di Mapolres Sumenep. (Foto : KBRN) SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Satuan Petugas Operasi cara menangani mercon (camer) Semeru 2016 Pol...

Wow... Harga LPG di Kepulauan Sumenep Tembus Rp 50 Ribu

SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada bulan Ramadhan 1437 H, diikuti dengan kenaikan harga elpiji ukuran 3 kilogram, terutama di wilayah kepulauan Sumenep.

Informasi dari warga di di Pulau/Kecamatan Masalembu, harga elpiji 3 kg ditingkat pedagang tembus dikisaran harga Rp 35 ribu. Sehingga, di pengecer dikisaran harga Rp 40 ribu hingga 50 ribu. Harga tersebut tentu jauh berbeda dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), Rp 25 ribu.

Salah satu warga setempat, Jupri mengatakan, harga elpiji 3 kg di pengecer sudah Rp 40 ribu. Harga itu, sangat mencekik terhadap warga. Apalagi, harga tersebut jauh dari ketentuan HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

”Kami berharap kepada pemerintah daerah segera diatasi. Kalau dibiarkan, ketika menjeleng lebaran harga elpiji 3 kg ini bisa mencapai Rp70 ribu. Itu bisa saja terjadi karena stok menipis,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Suhermanto mengatakan, HET elpiji 3 kg bagi Kecamatan/Pulau Masalembu memang berbeda dengan wilayah daratan karena disesuai dengan ongkos transportasi ke wilayah itu.

”Jika sampai Rp 35 ribu pada pedagang, berarti tidak mengindahkan ketentuan HET. Kita akan coba kroscek informasi tersebut. Soal ketersediaan, ama karena Pertamina sudah menyetujui penambahan kuota elpigi 3kg hingga 38 persen,” pungkasnya. (*)

Sumber : sumeneptimes.com

SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada bulan...

Cuaca Ekstrim, BMKG Sumenep Warning Nelayan Berhati-Hati

Perahu bersandar di pesisir pantai Sumenep. (Foto : BeritaFajar.Co)
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Ratusan perahu nelayan di pesisir pantai utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mengungsi ke dermaga lain. Mereka mengungsikan perahunya ke dermaga lain karena  untuk menghindari kerasnya hantaman ombak di pesisir pantai.

Salah satunya yang menjadi tempat sandar perahu, adalah ke Dermaga Bintaro, di Kecamatan Dungkek, Sumenep. Ratusan perahu nelayan itu, diungsikan sementara di dermaga ini hingga menunggu cuaca membaik.

Salah satu warga setempat, Mulyadi, mengatakan, kondisi cuaca buruk sudah berlangsung beberapa hari lalu. Sehingga, para nelayan menyandarkan perahunya di dermaga karena sudah tidak bisa melaut.

”Kalau sudah cuaca seperti sekarang, tidak ada kerjaan. Mau kerja gimana, wong ketika mencari ikan juga sulit mendapatkannya. Bahkan, kalau maksa cari ikan, tentu sangat membahayakan keselamatan kita,” terangnya, Selasa (15/6/2016).

Sementara, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Amat Subekti mengatakan, diharapkan kepada masyarakat terutama nelayan untuk lebih berhati-hati karena cuaca buruk.

”Kalau di nelayan misalkan ke Kangean atau cari ikan di sana hati-hati karena gelombangnya masih besar. Kemungkinan ini akan berlangsung hingga 17 juni 2016,” terangnya. (*)

Sumber : Sumeneptimes.com

Perahu bersandar di pesisir pantai Sumenep. (Foto : BeritaFajar.Co) SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Ratusan perahu nelayan di pesisir pantai uta...

Marah-Marah Tidak Jelas, Sekdishub Dinilai Tidak Layak Jadi Pejabat


SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah wartawan mengecam keras tindakan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, pejabat itu marah-marah kepada wartawan yang hendak komfermasi kepada kepala Dishub Sumenep. 

Seperti diketahui, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Mulyadi, tiba-tiba marah-marah kepada wartawan ketika hendak konfirmasi kepada kepala Dishub di kantor Dishub Sumenep. (Selasa/14/06/2016) kemarin.

Kadishub Sumenep, Moh. Fadhilah, sangat menyesalkan terhadap tindakan anak buahanya di lingkungan Dishub Sumenep. Bahkan, pihaknya langsung meminta maaf atas tindakan kurang etis anak bawahannya itu.

"Kok bisa sampai berbuat seperti itu ya, pahal yang saya tahu dia tidak demikian"ujarnya, kepada wartawan melalui telepon selulernya.

Sementara, Ketua Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) Moh. Hayat, menilai sangat tidak etis terhadap tindakan Sekdishub tersebut. 

"Seharusnya yang bersangkutan meminta maaf kepada kami, berarti sekdishub itu tidak memiliki iktikaf baik untuk minta maaf, kenapa harus menghalang-halangi wartawan, kami itu bukan preman," ujarnya.

pihaknya mengutuk keras tindakan kurang menyenangkan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah kepada awak media saat hendak melakukan tugas peliputan. "Mengapa harus menghalang-halangi tugas jurnalis, apalagi sampai memarah-marahi," tukasnya. (*)

Pewarta : Ahmadi

SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Sejumlah wartawan mengecam keras tindakan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa ...

Jad, Si Anak Yahudi Mengislamkan Enam Juta Orang

Muslim Kenya (repbulika.co.id)  
BeritaFajar.Co - Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Di pertengahan hidupnya, ia memeluk agama Islam. Setelah bersyahadat, ia mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani.

Jad pun memutuskan hidupnya untuk berkhidmat dalam dakwah Islamiyah. Dia berdakwah ke negara-negara Afrika dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Sejatinya, Ibunda Jadullah adalah Yahudi fanatik, seorang dosen di salah satu lembaga tinggi. Namun di tahun 2005, dua tahun setelah kematian Jadullah, ibunya memeluk agama Islam.

Ibunda Jadullah menuturkan, putranya menghabiskan usianya dengan berdakwah. Dia mengaku telah melakukan beragam cara untuk mengembalikan putranya pada agama Yahudi. Namun, selalu gagal.

''Mengapa seorang Ibrahim yang tidak berpendidikan dapat mengislamkan putraku,'' ujar sang ibu terheran-heran. Sedangkan dia yang berpendidikan tinggi tak mampu menarik hati putranya sendiri kepada agama Yahudi.

                                                                        ***

Kisah Jad dan Ibrahim

Lima puluh tahun lalu di Prancis, Jad bertetangga dengan seorang pria Turki berusia 50 tahun. Pria tersebut bernama Ibrahim. Ia memiliki toko makanan yang letaknya di dekat apartemen tempat keluarga Jad tinggal. Saat itu usia Jad baru tujuh tahun.

Jad seringkali membeli kebutuhan rumah tangga di toko Ibrahim. Setiap kali akan meninggalkan toko, Jad selalu mengambil coklat di toko Ibrahim tanpa izin alias mencuri.

Pada suatu hari, Jad lupa tak mengambil coklat seperti biasa. Tiba-tiba, Ibrahim memanggilnya dan berkata bahwa Jad melupakan coklatnya. Tentu saja Jad sangat terkejut, karena ternyata selama ini Ibrahim mengetahui coklatnya dicuri. Jad tak pernah menyadari hal tersebut, dia pun kemudian meminta maaf dan takut Ibrahim akan melaporkan kenakalannya pada orang tua Jad.

"Tak apa. Yang penting kamu berjanji tidak akan mengambil apapun tanpa izin. Lalu, setiap kali kamu keluar dari sini, ambillah cokelat, itu semua milikmu!" ujar Ibrahim. Jad pun sangat gembira.

Waktu berlalu, tahun berubah. Ibrahim yang seorang Muslim  menjadi seorang teman bahkan seperti ayah bagi Jad, si anak Yahudi. Sudah menjadi kebiasaan Jad, dia akan berkonsultasi pada Ibrahim setiap kali menghadapi masalah.

Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengeluarkan sebuah buku dari laci lemari, memberikannya pada Jad dan menyuruhnya membuka buku tersebut secara acak. Saat Jad membukanya, Ibrahim kemudian membaca dua lembar dari buku tersebut kepada Jad dan memberikan saran dan solusi untuk masalah Jad. Hal tersebut terus terjadi.

Hingga berlalu 14 tahun, Jad telah menjadi seorang pemuda tampan berusia 24 tahun. Sementara Ibrahim telah berusia 67 tahun.

Hari kematian Ibrahim pun tiba. Namun sebelum meninggal, dia telah menyiapkan kotak berisi buku yang selalu dia baca acapkali Jad berkonsultasi. Ibrahim menitipkannya kepada anak-anaknya untuk diberikan kepada Jad sebagai sebuah hadiah.

Mendengar kematian Ibrahim, Jad sangat berduka dan hatinya begitu terguncang. Karena selama ini, Ibrahim satu-satunya teman sejati bagi Jad, yang selalu memberikan solusi atas semua masalah yang dihadapinya.

Selama 17 tahun, Ibrahim selalu mempelakukan Jad dengan baik. Dia tak pernah memanggil Jad dengan "Hei Yahudi" atau "Hei kafir" bahkan Ibrahim pun tak pernah mengajak Jad kepada agama Islam.

                                                                               ***

Hari berlalu, setiap kali tertimpa masalah, dia selalu teringat Ibrahim. Jad pun kemudian mencoba membuka halaman buku pemberian Ibrahim. Namun, buku tersebut berbahasa arab, Jad tak bisa membacanya. Ia pun pergi menemui salah satu temannya yang berkebangsaan Tunisia. Jad meminta temannya tersebut untuk membaca dua lembar dari buku tersebut. Persis seperti apa yang biasa Ibrahim lakukan untuk Jad.

Teman Jad pun kemudian membaca dan menjelaskan arti dua lembar dari buku yang dia baca kepada Jad. Ternyata, apa yang dibaca sangat pas pada masalah yang tengah dihadapi Jad. Temannya pun memberikan solusi untuk masalah Jad.

Rasa keingin tahuannya terhadap buku itu pun tak bisa lagi dibendung. Ia pun menanyakan pada kawannnya, "Buku apakah ini?" tanyanya. Temannya pun menjawab, "Ini adalah Alquran, kitab suci umat Isam," ujarnya.

Jad tak percaya sekaligus merasa kagum. Jad pun kembali bertanya, "Bagaimana cara menjadi seorang Muslim?"

Temannya menjawab, "Dengan mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat." Kemudian, Jad pun memeluk agama Islam.

Setelah menjadi Muslim, Jad mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani. Nama tersebut diambil sebagai ungkapan penghormatan kepada Al-Qur'an yang begitu istimewa dan mampu menjawab semua permasalahan hidupnya selama ini.

Sejak itu, Jad memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupya untuk menyebarkan ajaran yang ada pada Alquran.

Suatu hari, Jadullah membuka halaman Alquran pemberian Ibrahim dan menemukan sebuah lembaran. Lembaran tersebut bergambar peta dunia, ditandatangani Ibrahim dan bertuliskan ayat An-Nahl 125.

"Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik..."  Jad pun kemudian yakin bahwa lembaran tersebut merupakan keinginan Ibrahim untuk dilaksanakan oleh Jad.

Jadullah pun meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika. Salah satu negara yang dikunjunginya yakni Kenya, di bagian selatan Sudan dimana mayoritas penduduk negara tersebut beragama Kristen.

Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari enam juta orang dari suku Zolo. Jumlah ini hanya dari satu suku tersebut, belum lagi suku lain yang berhasil dia Islamkan. Subhanallah.

sumber : republika.co.id

Muslim Kenya (repbulika.co.id)   BeritaFajar.Co - Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Di pertengahan hidupnya, ia memeluk agama Islam...

⬆
Top